Jumat, 16 Maret 2012

PRINSIP PEMENUHAN KEBUTUHAN PERAWATAN DIRI

KEBUTUHAN PERAWATAN DIRI Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) merupakan perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Pemenuhan perawatan diri dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya : budaya, nilai sosial pada individu atau keluarga, pengetahuan tentang perawatan diri, serta persepsi terhadap perawatan diri. JENIS PERAWATAN DIRI BERDASARKAN WAKTU PELAKSANAAN 1. Perawatan dini hari. Merupakan perawatan yang dilakukan pada waktu bangun tidur, untuk melakukan tindakan seperti persiapan dalam pengambilan bahan pemeriksaan (urine dan feses), memberikan pertolongan, mempersiapkan pasien untuk melakukan makan pgi dengan melakukan tindakan perawatan diri seperti mencuci muka dan tangan, serta menjaga kebersihan mulut. 2. Perawatan pagi hari. Perawatan yang dilakukansetelah melakukan makan pagi dengan melakukan perawatan diri seperti melakukan pertolongan dalam pemenuhan eliminasi (buang air besar dan kecil), mandi dan mencuci rambut, melakukan perawatan kulit, melakukan pijitan pada punggung, membersihkan mulut, membersihkan kuku, dan rambut, serta merapikan tempat tidur pasien. 3. Perawatan siang hari. Perawatan diri yang dilakukan setelah melakukan berbagai tindkan pengobatan atau permeriksaan dan setelah makan siang. Berbagai tindakan perawatan diri yang dapar dilakukan antara lain : mencuci muka dan tangan, membersihkan mulut, merapikan tempat tidur, serta melakukan pemeliharaan kebersihan lingkungan kesehatan pasien. 4. Perawataan menjelang tidur. Perawatan diri yang dilakukan pada saat menjelang tidur agar pasien dapat tidur atau beristirahat dengan tenang. Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : pemenuhan kebutuhan eliminasi (buang air besar dan kecil), mencuci tangan dan muka, membersihkan mulut, serta memijat daerah punggung. Tujuan perawatan diri adalah unutk mempertahankan perawatan diri, baik secara sendiri maupun dengan bantuan, dapat melatih hidup sehat/bersih dengan memperbaiki gambaran atau persepsi terhadap kesehatan dan kebersihan, serta menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. JENIS PERAWATAN DIRI BERDASARKAN TEMPAT 1. Perawatan Diri pada Kulit Kulit merupakan salah satu bagian penting dari tubuh yang dapat melindungi tubuh dari berbagai kuman atau trauma, sehingga diperlukan perawatan yang adekuat (cukup) dalam mempertahankan fungsinya. Fungsi Kulit • Melindungi tubuh dari berbagai masuknya kuman atau truma jaringan bagian dalam sehingga dapat menjaga keutuhan kulit • Mengatur keseimbangan suhu tubuh serta membantu dalam produksi keringat dan penguapan • Sebagai alat peraba yang dapat membantu tubuh untuk menerima rangsangan dari luar melalui rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan suhu. • Sebagai alat ekskresi keringat melalui pengeluaran air, garam, dan nitrogen • Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit yang bertugas mencegah pengeluaran cairan tubuh yang berlebihan • Memproduksi dan menyerap vitamin D sebagai penghubung atau pemberi vitamin D dari sinar ultraviolet yang dating dari sinar matahari. Faktor-faktor yang Memengaruhi kulit Usia Perubahan kulit yang dapat ditentukan oleh usia seseoang. Hal ini dapat terlihat pada bayi yang berusia relative muda dengan kondisi kulit yang sangat rawan terhadap berbagai trauma atau masuknya kuman. Jaringan kulit Perubahan dan keutuhan kulit dapat dipengaruhi oleh struktur jaringan kulit. Apabila jaringan kulit rusak, maka terjadi perubahan pada struktur kulit. Kondisi/keadaan lingkungan Beberapa kondisi atau keadaan lingkungan dapat memengaruhi keadaan kulit secara utuh, antara lain keadaan panas, adanya nyeri akibat sentuhan serta tekanan, dan lain-lain Tindakan Perawatan Diri pada Kulit Cara Perawatan Kulit Merupakan tindakan pada kulit yang mengalami atau beresiko terjadi kerusakan jaringan lebih lanjut, khususnya pada daerah yang mengalami tekanan (tonjolan). Tujuannya adalah untuk mencegah dan mengatasi terjadinya luka dekubitus akibat tekanan yang lama dan tidak hilang. Persiapan Alat dan Bahan : • Baskom cuci • Sabun • Air • Agen pembersih • Balutan • Pelindung kulit • Plester • Sarung tangan Prosedur Kerja : • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan • Cuci tangan dan gunakan sarung tangan • Tutup pintu ruangan • Atur posisi pasien • Kaji luka/kulit tertekan dengan memperhatikan warna, kelembaban, penampilan sekitar kulit, ukur diameter kulit, dan ukur kedalaman. • Cuci sekitar luka dengan air hangat atau sabun cuci secara menyeluruh dengan air. • Secara menyeluruh dan perlahan-lahan, keringkan kulit yang disertai pijatan • Secara menyeluruh, bersihkan luka dengan cairan normal atau larutan pembersih. Gunakan semprit irigasi luka pada luka yang dalam. • Setelah selesai, berikan obat atau agen tropikal. • Catat hasil • Cuci tangan Cara Memandikan Pasien di Tempat tidur Memandikan pasien di tempat tidur dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri. Tujuannya untuk menjaga kebersihan tubuh, mengurangi infeksiakibat kulit kotor, memperlancar system peredaran darah, dan menambah kenyamanan pasien Persiapan Alat dan Bahan : • Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat • Pakaian pengganti • Kain penutup • Handuk, sarung tangan pengusap badan • Tempat untuk pakaian kotor • Sampiran • Sabun Prosedur Kerja : • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan • Cuci tangan • Atur posisi pasien • Pada pasien, lakukan tindakan memandikan yang diawali dengan membentangkan handuk di bawah kepala. Kemudian bersihkan muka, telinga, dan leher dengan sarung tangan pengusap. Keringkan dengan handuk • Kain penutup diturunkan, kedua tangan pasien dinaikkan keatas, serta handuk diatas dada pasien dipindahkan dan dibentangkan. Kemudian kembalikan kedua tangan di posisi awal diatas handuk, lalu basahi kkedua tangan dengan air bersih. Keringkan dengan handuk • Kedua tangan dinaikkan keatas, handuk dipindahkan di sisi pasien lalu bersihkan daerah dada dan perut. Keringkan dengan handuk • Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan dibawah punggung sampai glutea dan basahi punggung sampai glutea, lalu keringkan dengan handuk. Selanjutnya, miringkan pasien ke kanan dan lakukan hal yang sama. Selanjutnya, kembalikan pasien ke posis telentang dan pasangkan pakaian dengan rapi. • Letakkan handuk dibawah lutut, lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauhdidahulukan dan dikeringkan dengan handuk • Ambil handuk, dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka, lalu bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia. Setelah selesai, pasang kembali pakaian dengan rapi. • Cuci tangan 2. Perawatan Diri pada Kuku dan Kaki Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena berbagai kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku. Masalah/Gangguan pada Kuku Ingrown nail Kuku tangan yang tidak tumbuh-tumbuh dan dirasakan sakit pada daerah tersebut. Paronychia Radang di sekitar jaringan kuku Ram’s Horn Nai Gangguan kuku yang ditandai dengan pertumbuhan yang lambat disertai kerusakan dasar kuku atau infeksi Bau Tak Sedap Reaksi mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak sedap. Tindakan Perawatan Diri pada Kuku Cara Perawatan Kuku Merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu merawat kuku sendiri. Tujuannya adalah menjaga kebersihan kuku dan mencegah timbulnya luka atau infeksi akibat garukan dari kuku. Persiapan Alat dan Bahan: • Alat pemotong kuku • Handuk • Baskom berisi air hangat • Bengkok • Sabun • Kapas • Sikat kuku Prosedur Kerja : • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan • Cuci tangan • Atur posisi pasien dengan posisi duduk atau tidur • Tentukan kuku yang akan dipotong • Rendamkan kuku dengan air hangat ± 2 menit. Lakukan penyikatan dengan beri sabun bila kotor. • Keringkan dengan handuk • Letakkan tangan diatas bengkok dan lakukan pemotongan kuku. • Cuci tangan. 3. Perawatan Diri pada Rambut Rambut merupakan bagian dari tubuh yang memiliki fungsi proteksi dan pengatur suhu. Indikasi perubahan status kesehatan diri juga dapat dilihat dari rambut mudah rontok sebagai akibat gizi kurang. Masalah/Gangguan pada Perawatan Rambut • Kutu • Ketombe • Alopecia (botak) • Sehorrheic dermatitis (radang pada kulit di rambut) Tindakan Perawatan Diri pada Rambut Cara Perawatan Rambut Merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri dengan menyuci dan menyisir rambut. Tujuannya adalah membersihkan kuman-kuman yang ada pada kulit kepala, menambah rasa nyaman, membasmi kutu atau ketombe yang melekat pada kulit, serta memperlancar system peredaran darah di bawah kulit. Persiapan Alat dan Bahan • Handuk secukupnya • Perlak atau pengalas • Baskom berisi air hangat • Shampo atau sabun pada tempatnya • Kasa dan kapas • Sisir • Bengkok • Gayung • Ember kosong Prosedur Kerja • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan • Cuci tangan • Tutup jendela atau pasang sampiran • Atur posisi pasien dengan posisi duduk atau berbaring • Letakkan baskom dibawah tempat tidur, tepat dibawah kepala pasien • Pasang perlak atau pengalas di bawah kepala dan dismbungkan kearah bagian baskom dengan pinggir digulung • Tutup telinga dengan kapas • Tutup dada sampai leher dengan handuk • Kemudian sisir rambut dan lakukan pencucian dengan air hangat. Selanjutnya gunakan shampo dan bilas dengan air hangat sambil dipijat • Setelah selesai, keringkan • Cuci tangan 4. Perawatan Diri pada Mulut dan Gigi Gigi dan mulut adalah bagian penting yang harus dipertahankan kebersihannya, sebab berbagai kuman dapat masuk melalui organ ini. Masalah/Gangguan pada Gigi dan Mulut • Halitosis, bau napas tidak sedap yang disebabkan adanya kuman atau lainnya • Ginggivitas, radang pada daerah gusi • Karies, radang pada gigi • Stomatitis, radang pada daerah mukosa atau rongga mulut • Periodontal disease, gusi yang mudah berdarah dan bengkak • Glostitis, radang pada lidah • Chilosis, bibir yang pecah-pecah Tindakan Perawatan Diri pada Gigi dan Mulut Cara Perawatan Gigi dan Mulut Merupakan tindakan pada pasien yang itdak mampu mempertahankan kebersihan mulut dan gigi dengan membersihkan serta menyikat gigi dan mulut secara teratur. Tujuannya untuk mencegah infeksi pada mulut akibat kerusakan pada daerah gigi dan mulut, membantu menambah nafsu makan, serta menjaga kebersihan gigi dan mulut. Persiapan Alat dan Bahan • Handuk dan kain pengalas • Gelas kumur berisi - Air masak/NaCl - Obat kumur - Boraks gliserin • Spatel lidah telah dibungkus dengan kain kasa • Kapas lidi • Bengkok • Kain kasa • Pinset atau arteri klem • Sikat gigi dan pasta gigi Prosedur Kerja • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan • Cuci tangan • Atur posisi pasien • Pasng handuk di bawah dagu dan pipi pasien • Ambil pinset dan bungkus dengan kain kasa yang berisi air dan NaCl • Anjurkan pasien untuk membuka. Lakukan mulut dengan sudip lidah bila pasien tidak sadar. • Lakukan pembersihan dimulai dari dinding rongga mulut, gusi, gigi, lidah, bibir. Bila sudah kootor, letakkan di bengkok • Lakukan hingga bersih. Setelah itu, oleskan boraks gliserin • Untuk perawatan gigi, lakukan penyikatan dengan geraan naik turun dan bilas. Lalu keringkan • Cuci tangan 5. Perawatan Diri pada Alat Kelamin Perempuan Tindakan Perawatan Diri pada Alat Kelamin Cara Vulva Higiene Vulva higiene merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu membersihan vulva sendiri. Tujuannya adalah mencegah terjadinya infeksi pada vulva dan menjaga kebersihan vulva. Persiapan Alat dan Bahan • Kapas sublimate atau desinfektan • Pinset • Bengkok • Pispot • Tempat membersihkan (cebok) yang berisi desinfektan • Desinfektan sesuai dengan kebutuhan • Pengalas • Sarung tangan Prosedur Kerja • Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan • Cuci tangan • Atur posisi pasien dengan posisi dorsal recumbent • Pasang pengalas dan pispot, kemudian letakkan dibawah glutea pasien • Gunakan sarung tangan • Lakukan tindakan perawatan kebersihan vulva dengan tangan kiri membuka vulva memakai kapas sublimate dan tangan kanan menyiram vulva dengan larutan desinfektan • Kemudian ambil kapas sublimate dengan pinset, lalu bersihkan vulva dari atas kebawah. Kapas yang telah kotor dibuang ke bengkok. Hal ini dilakukan hingga bersih. • Setelah selesai, ambil pispot dan atur posisi pasien. • Cuci tangan KEBUTUHAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN PASIEN Pemenuhan kebutuhan kebersihan lingkungan pasien yang dimaksud disini adalah kebersihan pada tempat tidur. Melalui kebersihan tempat tidur, diharapakna pasien dapat tidur dengan nyaman tanpa gangguan selama tidur, sehingga dapat membantu proses pemnyembuhan. Pemenuhan ini melalui prosedur penyiapan tempat tidur tertutup maupun terbuka. Cara Menyiapkan Tempat Tidur Persiapan Alat dan Bahan • Tempat tidur, kasur, bantal • Seprai besar • Seprai kecil • Sarung bantal • Perlak • Selimut Prosedur Kerja • Cuci tangan • Atur tempat tidur, kasur dan bantal • Pasang seprai besar dengn garis tengah lipatannya tepat di tengah kasur/tempat tidur • Atur kedua sisi samping seprai atau tempat tidur dengan sudut 90ยบ, lalu masukkan ke bawah kasur • Pasang perlak di tengah tempat tidur • Pasang seprei kecil di atas perlak • Lipat selimut menjadi empat secara terbalik dan pasang bagian bawah. Masukkan ujung selimut ke bawah kasur • Pasang sarung bantal • Cuci tangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar